khotbah pemuda

Tuesday, April 1, 2008

” Bekerja memberi buah bagi Tuhan “

Karena bagiku hidup adalh Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup didunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah . Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
( Filifi 1: 21-22 )

Pengantar :

Setiap orang menginginkan hidup Sukses, Kaya, Pintar dan Bahagia didalam hidupnya, tetapi hanya sedikit orang yang mempersiapkan diri dengan sungguh – sungguh untuk dapat meraih Sukses, Kaya, Pintar dan Bahagia di dalam hidupnya.

Sebenarnya tidak ada alasan yang jelas yang dapat membedakan kehidupan orang percaya kepada Kristus dengan yang bukan Kristen atau ateis sekalipun. Selain terlihat dari sikap hidupnya sehari – hari dan kontribusi apa yang diberikan kepada dunia melalui pemikiran serta perbuatannya selama hidup didunia.

Gugatan negara lain kepada bangsa Indonesia yang mengaku sebagai negara beradab , dan beragama dalam mentalitas hidup sebenarnya sangat wajar. Sebab tidak ada relavansinya bahwa orang Indonesia yang mengaku beragama menjalani nilai – nilai agama secara baik dan benar, melainkan sikap hidupnya lebih buruk dari orang yang tidak beragama.

Gugatan kepada orang – orang muda GBKP sebenarnaya hal wajar juga, sebab banyak orang yang mengaku Permata atau pengurus Permata , namun pola hidupnya jauh dari nilai – nilai kristiani yang sebenarnya, sebab mereka bukan pekerja keras/rajin , mereka bukan orang yang tekun , mereka hanya orang muda yang gampang mengeluh,mudah menyerah, mudah menyalahkan diri sendiri dan orang lain , tidak punya tujuan hidup serta hidup hanya untuk diri sendiri, kalaupun mereka menjadi Pengurus Permata, itu hanya simbolis/hanya gaya hidup, jarang yang meyakini itu adalah Panggilan Tuhan dalam hidupnya untuk menjadi Pelayan yang sungguh sungguh dimasa mudanya.

Kompetisi atau perjuangan hidup dari jaman dulu tetap sama sampai saat ini yakni ; HIDUP ITU SULIT,hanya orang – orang yang memiliki otak/pengetahuan ; memiliki sikap tekun, ulet, semangat juang yang tinggi dan spritualitas hidup yang dapat bertahan.Harus diketahui ketika dunia mengadakan Kompetisi Hidup, seringkali tidak menilai seseorang itu berdasarkan Agamanya melainkan berdasarkan ; Knowledge ( pengetahuan);Skill( keahlian ) dan Attitute ( sikap hidup) yang dimiliki.

Hanya orang – orang yang bertahan hidup di dunia yang dapat menantikan kasih anugerah Surgawi.Sehingga tidak mungkin orang mengaku menerima anugerah Allah namun menyesali hidup serta tidak terus berpikir untuk memberi arti hidupnya.

Dunia ini tidak kekurangan orang yang pintar dan berpengetahuan luas, dunia tidak kekurangan orang – orang baik dan dunia juga tidak kekurangan orang – orang yang beragama, namun dunia kekurangan Pemimpin yang mempunyai kapasitas tinggi dan mampu mengimplementasi kepintarannya, kebaikannya serta nilai agamanya untuk membawa dunia kearah yang lebih baik, maju, beradab, penuh kasih serta rasa takut akan Tuhan.

Eksposisi Filipi 1; 21-22

Pembuktian menunjukan bahwa lebih mudah seorang yang dari mudanya mengenal kasih Tuhan dalam hidupnya dapat lebih lama mempertahankan imannya sampai akhir hidupnya, dibandingkan seseorang yang dimasa tuanya baru merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Pembelajaran akan pengenalan Allah haruslah sampai seumur hidup, kita harus terus menerus mau diperbaharui menuju kesempurnaan bersama dengan Kristus.Hendaknya pengenalan kita memiliki dasar yang teguh kepada Dia,

Pengenalan akan Allah, seharusnya didasari dari awal bahwa kita adalah Orang Berdosa, yang karena kesalahan dosa kita sebagai manusia. Tidak ada cara yang dapat menyucikan kita dari dosa selain Sang Maha Suci itu sendiri yaitu Yesus Kristus, Kita harus sadar bahwa sebagai manusia, keinginan kita untuk berbuat dosa, terus menerus menghantui kita sampai napas kita berakhir.Satu hal yang dapat menghalau keinginan dosa itu adalah bila kita memiki hubungan pribadi dengan Allah. Hubungan pribadi ini dapat tercipta bila kita memiliki pengenalan pribadi melalui keinginan terus menerus belajar dan berkarya bagi Allah.

Menjadi pelayan Tuhan melalui Permata GBKP merupakan anugerah Allah untuk dapat mengenal lebih dekat dengan Allah dan dapat berakar dalam pengenalan akan Allah itu sendiri. Seringkali kita merasakan jamahan serta kesertaan Allah didalam pelayanan Permata.

Menjadi anggota atau Pengurus Permata GBKP, sebenarnya mendidik kita untuk dibangun didalam Dia ,untuk mengetahui kehendak Allah bagi dunia, kita dididik untuk menjadi teladan dalam segala perkara, Kita dituntut untuk mengunakan akal budi/pengetahuan kita secara optimal, kita juga dididik untuk mempunyai sikap hidup yang benar, serta dapat menjalankan nilai – nilai kristiani dalam pola hidup keseharian kita.

Sebenarnya dengan menjadi Permata , mengajak kita untuk menjadi orang muda yang berpendirian teguh dalam pengenalan iman akan Dia, menjadikan kita pribadi – pribadi yang utuh yang dapat menjadi kesaksian hidup bagi diri sendiri, keluarga , masyarakat dan bagi dunia.Rencana Allah bagi dunia dapat terwujutkan melalui perilaku kehidupan kita sebagai orang – orang muda yang sungguh sungguh melayani tugas melalui Pelayanan Permata.

Dari semua hal yang terindah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, semuanya harus berakhir menjadi ucapan syukur yang terlihat dari cara kita berpikir, berbicara dan bertindak. Sehingga melalui hidup kita , maka keluarga kita,masyarakat kita, dan dunia tahu akan kehadiran Kristus ditengah – tengah dunia.

Kesimpulan

Menjadi apa Hidup seseorang dimasa Tuanya dapat tercermin dari cara Hidup dimasa Mudanya. Bila seorang dari masa mudanya sudah terlihat akan, cintanya akan Tuhan, kesungguhannya dalam belajar, ketekenunannya akan bekerja keras, semangatnya yang pantang menyerah dan harapannya akan kasih Tuhan , merupakan awal dari gambaran masa Tuanya . Sebuah filsafat Cina kuno mengatakan “ Apa yang kamu Tanam , Itu yang akan kamu Tuai ; merupakan jalinan filosofi apa yang dikatakan oleh kitab Amsal dalam perjanjian lama.
Anda tidak dapat hanya belajar dan menghapal teori cara berenang bila anda tidak pernah terjun keair , mencoba berulang kali, sehingga anda bias menguasai bagaimana cara berenang. Sama halnya dalam kehidupan, iman tanpa perbuatan adalan mati. Manusia tanpa bekerja memberi buah ditengah dunia ini pada dasarnya juga adalah manusia mati.

“Kebijaksanaan”
Tuhan berikanlah aku pengetahuan untuk bisa mengetahui apa yang bisa aku ubah dari apa yang aku terima. Berikanlah kepadaku pengertian untuk bisa menerima apa yang tidak bisa aku ubah dan berikanlah aku kebijaksanaan untuk bisa membedakannya.

Mejuah – Juah, Semarang , 13 Mei ,2005
Ceramah LOKPIM Permata Klasis Jakarta Bandung 2005
Budianto Surbakti

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: